Pluralis Kristen


Penggunaan kata PLURALIS di dalam blog ini mengacu kepada sikap sosial yang menghormati agama atau keyakinan orang lain yang berbeda dengan kita.

Dalam menghormati agama orang lain itu, kita tidak mesti terjerumus ke dalam pluralisme, yang merupakan sikap yang sudah terlalu jauh, sampai menerima atau mengakui bahwa semua agama adalah sama saja.

Jadi, singkatnya.....


Pluralis, Yes!
Pluralisme, no!

5 Agu 2012

ALL TRUTH IS GOD'S TRUTH: Sebuah Prinsip yang Terlupakan



"ALL TRUTH IS GOD'S TRUTH" 
"SEMUA KEBENARAN ADALAH KEBENARAN ALLAH" 

Ini adalah suatu hal yang amat sangat penting untuk dipahami dan dihayati di dalam semua lini Kekristenan sekarang ini. Tetapi, amat sangat disayangkan..... 

Di sebagian lingkungan Kristen sama sekali belum pernah diperdengarkan mengenai hal ini. 
Di sebagian lingkungan Kristen lainnya sudah pernah diperdengarkan satu dua kali dan hanya secara ala kadarnya saja. 
Dan satu hal yang pasti hanya di sebagian lingkungan yang sangat kecil saja di dalam Kekristenan hal ini dilihat sebagai suatu prinsip yang sangat penting di dalam Kekristenan yang harus diajarkan dan harus terus diingatkan kepada seluruh umat.

Seandainya saja kita sudah tahu dan paham mengenai hal ini (yaitu bahwa "semua kebenaran adalah kebenaran Allah") maka.... 
  • Kita tidak akan membagi hidup kita lagi ke dalam dua kategori: 1) Yang terdiri dari hal2 yang rohani, dan 2) Yang terdiri dari hal2 yang sekuler
  • Kita tidak akan terlalu takut2 atau terlalu sungkan2 untuk mengakses ke semua sumber pengetahuan baik dari buku2 (termasuk novel2), majalah2, situs2 internet, dan sumber2 lainnya terutama yang bukan berlabelkan Kristen atau yang tidak dibuat untuk/oleh orang Kristen;
  • Kita tidak akan menjadi 'parno' (paranoid), sehingga cenderung menjadi 'self-defence' (secara berlebihan) ketika kita bergaul atau berinteraksi dengan orang-orang yang berkeyakinan/beragama lain;
  • Kita pasti akan menjadi orang-orang yang sedemikian terbuka dalam cara berpikir kita dan dalam hal menerima suatu pemikiran/gagasan, dan karenanya akan menjadi sedemikian kaya dalam segala macam/bentuk pemahaman/pengetahuan; 
  • dan masih sangat banyak berkat2 yang baik lainnya lagi. 

Saya sangat suka untuk mengatakan begini: "Semua kebenaran adalah kebenaran Allah, sekalipun kebenaran itu ditemukan di atas meja orang fasik!

Itulah mengapa (khususnya di dalam sebuah group yg saya bentuk di FB - "High Dose Truth: Sharing Kata2 Bijak untuk Perubahan") saya tidak sungkan2 untuk mengutip dari para tokoh yang saya tahu dengan jelas bahwa mereka itu bukanlah orang Kristen (seperti Mahatma Gandhi) atau bahkan dari mereka yang dalam banyak hal menunjukkan sikap yang anti-Kristen (seperti Friedrich Nietzsche, Betrand Russel). 

Gambar di atas adalah gambar sampul dari sebuah buku yang sebenarnya sudah cukup lama diterbitkan (baik yang versi terjemahan Indonesianya, apa lagi versi yang aslinya dlm bahasa Inggris), tapi menurut saya masih merupakan sebuah buku yang cukup baik untuk menjadi sumber awal bagi siapa saja yang tertarik untuk mengetahui/memahami ttg prinsip yang sangat penting ini. Kalau memang belum punya, silahkan ke toko buku secepatnya untuk membeli buku yang diterbitkan oleh Penerbit Momentum ini (kalau sudah punya, saya anjurkan untuk membacanya lagi dengan lebih teliti dan bersemangat). Selamat bereksplorasi untuk menemukan kebenaran, dari mana pun yang Anda bisa mengaksesnya. Gbu all. 

Nb: Tidak semua kebenaran itu adalah kebenaran yang menyelamatkan (kebenaran yang soteriologis). Amat banyak dari kebenaran itu adalah yang bersangkut paut dengan kehidupan kita yang umum sebagai manusia (kebenaran yang non-soteriologis). Dan pastinya kebenaran yang menyelamatkan itu (kebenaran yang soteriologis) hanya terdapat di dalam Injil Yesus Kristus yang sudah tercatat di dalam Alkitab, tidak dari sumber manapun yang lainnya.

5 Mei 2012

HIDUP BERSAMA DALAM MASYARAKAT PLURALISTIK


HIDUP BERSAMA DALAM MASYARAKAT PLURALISTIK
Karya: Ance M. D. Sitohang

Pendahuluan

Pluralitas agama-agama bukanlah fenomena di abad ini saja, namun pluralitas sudah ada sejak dulu, ketika umat Allah ada di tengah-tengah dunia. Pluralisme keagamaan merupakan suatu fakta kehidupan modern dan pasca modern yang tidak dapat dihindari dan diabaikan, karena kita hidup di tengah-tengah kehidupan yang serba majemuk. Kenyataan banyaknya agama mengakibatkan umat beriman untuk merumuskan sikap teologis untuk menjawab realitas itu. Hal ini merupakan upaya iman, karena dalam konteks kekristenan beriman sebagai seorang Kristen akan mendorong untuk melihat dan berkata sesuatu terhadap agama lain dengan kaca mata iman. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kekristenan memandang keberadaan agama-agama lain? Bagaimana memahami keunikan Yesus di tengah-tengah keberadaan agama-agama lain? Bagaimana kita berusaha mengenal agama-agama lain tanpa berprasangka, tetapi juga kesempatan untuk mengenal agama sendiri secara kritis lewat agama-agama lain. Dan bagaimana hubungan dialogis dapat diupayakan?

3 Mar 2010

Ahmadinejad

Dunia harus hancur, kata mereka. Tuhan menghendaki itu. Telah dinubuatkan perang penghabisan akan pecah, kata mereka. Iblis akan dihadapi dalam Armageddon itu, sorga akan terkuak, dan "Yang Setia dan Yang Benar" akan turun mengendarai seekor kuda putih.

Nasionalisme Yahudi dan Kristen Fundamentalis

Ada satu ciri kaum fundamentalis, dari agama apapun: mereka memusuhi hidup. Hidup adalah sejenis hukuman, karena fana dan diubah waktu. Bagi mereka waktu yang berubah adalah jalan kemerosotan.. Sebab itu, mereka cegah waktu dari doktrin, tiap kalimat dalam Kitab Suci harus dipatok sebagai sesuatu yang mandeg. Bagi mereka hidup di dunia selalu terancam najis. Sebab itu Tuhan adalah suara amarah: "dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul semua bangsa". ~ Goenawan Mohamad

20 Feb 2010

Fundamentalisme dalam Visi

Fundamentalisme memang sering kali tampil dalam tindakan-tindakan kekerasan yang nyata-nyata atas nama suatu agama/ideologi. Tetapi janganlah diambil kesimpulan dari sana bahwa fundamentalisme itu identik dengan kekerasan.